Aminudin


Aminudin

berlarian di ramainya terminal

bermain seakan tak ada beban

Aminudin

anak jalanan yang dibesarkan

dalam kerasnya kehidupan

 Aminudin

terlihat meringis karna lapar

menahan tangis dalam pengharapan

sesuap nasi kan segera datang

Aminudin

masih meringis..

sambil menangis…

tanpa harapan…

karna nasi takkan datang

telah menguap di panasnya siang

Aminudin

kini tak terlihat lagi di terminal

Aminudin

kini takkan merasa lapar

karna tlah pergi dan abadi

diberita koran pagi ini

dan takkan pernah kembali

“Amin”..udin…

BandarLampung 03/09/09 02:02

Migrasi dari boesta.blogspot.com nama tokoh hanya imajinasi penulis belaka

Iklan

4 comments on “Aminudin

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog Pribadi saya, Silakan Tinggalkan Komentar anda.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s