Sisi lain Keindahan Ini.


Pagi ini seperti ย biasa koran langganan kantor sampai juga keruangan saya, koran harian pagi Bangka Pos yang biasa kami baca bergantian dengan Staf yang lain setiap harinya, dan ada satu berita di Headline yang menarik perhatian saya.

Korban Tambang timah

Berita seperti diatas sepertinya sudah menjadi berita bulanan yang terjadwal, tidak tahu berapa nyawa yang sudah melayang dari aktifitas penambangan ini, dengan perhitungan pendapatan yang menguntungkan nyawapun jadi taruhan dan alampun dikorbankan.

Bila teman-teman yang belum pernah datang ke Bangka Belitung pasti membayangkan indahnya pulau Ini, ditambah munculnya film Laskar pelangi yang menampilkan keindahan pantainya, saya pun berpikiran seperti itu ketika hendak pergi ke pulau ini, dan semua itu memang benar adanya, pantainya yang jernih dengan batu granit disekitarnya, ombaknya yang tenang, membuat semua orang ingin berlama-lama menikmati keindahannya.

Pantai bangka belitung

Foto Saya Ambil Ketika Ke Pantai matras

Tapi bayangan diatas seketika lenyap dan menjadi miris saat saya melihat di sepanjang perjalanan ketika saya menuju ke pelabuhan Mentok ketika Hendak ke Palembang dimana banyak sekali Kubangan kubangan bekas tambang timah yang terbengkalai dibiarkan begitu saja dengan dikelilingi pepohonan yang sudah tak berdaun dan mungkin sudah mati.

Gambar diatas hanya penampakan kecil akibat dari aktifitas pertambangan timah di Pulau ini, mungkin bagi teman-teman yang pernah ke Bangka Belitung melalui transportasi udara, maka akan terlihat jelas akan Kubangan-kubangan yang sudah tak terhitung banyaknya, menjadi pemandangan tersendiri yag menyakitkan mata dan hati, bagi orang-orang yang mencintai bumi ini.

Aktifitas penambangan timah tidak hanya terjadi di daratan saja, tapi juga di laut yang ternyata juga kaya akan pasir timah, beberapa kali saya melintas dipinggiran pantai dan menyaksikan aktifitas tambang timah dengan perahu dan mesin diesel untuk mengeruk pasir dari dasar laut, tak terbayang kerusakan yang terjadi akibat tambang ini, psir-pasir yang kian tergerus, terumbu karang yang rusak dan hilangnya habitat bagi makhluk hidup penghuni dasar laut.

Tambang timah dilaut

Foto Diambil dari http://tiapung.blogspot.com

Miris sekali rasanya bila melihat langsung pemandangan diatas, bukankah bumi diciptakan untuk kita jaga, keseimbangan alam sangatlah dibutuhkan, maka tidak heran apabila negeri ini begitu banyak terjadi bencana karena pola pikir segelintir orang yang hanya memikirkan keuntungan dunia semata, tanpa berpikir akan akibatnya.

*Tulisan diatas hanyalah menurut sudut pandang penulis sebagai orang awam semata tanpa melalui sudut pandang ekonomi, sosial, budaya, dan perundang-undangan yang berlaku. ๐Ÿ™‚

Iklan

14 comments on “Sisi lain Keindahan Ini.

  1. waktu ke bangka lewat darat sih, ga begitu ngeh dengan bekas-bekas tambang timah itu. tapi memang kalau baca dari laskar pelangi aja rasanya sedih mengingat negeri ini udah dieksploitasi habis-habisan dan uangnya ga masuk ke kantong negeri sendiri

    pengen deh bisa ke bangka lagi *oot*

    • Wes bali Kono le, istarahat dan bayangkan dirimu dirumah, lalu nyanyikan lagi Pria Kesepian So7 sampai mimpi menjemputmu, dan bangunlah dengan harapan baru bahwa suatu hari nanti kau pulang ke Negerimu. ๐Ÿ˜›

  2. Sayang sekali ya kalau dibiarkan begitu saja, spt habis manis sepah dibuang

    Btw, pemandangan lautnya cantik sekali, jadi pengen langsung berenang di sana

    • Kalau pantai tak akui bagus banget, pasirya lembut, ancol aja katanya ngambil pasir dari sini..:) ada yg bilang lebih indah dari bali kalah publikasi…:D ayoo liburan kesini… *Ini bahas Tambang apa wisata ya.. ๐Ÿ˜›

      • hehe bahas pantaiiii…..bicara soal tambang miris sekali yah mas, gimana bumi gak berontak yah kalau dilubangi terusss…ibaratnya hati kita saja, gimana hati kita gak sakit klu terus2an ditusuk panah ๐Ÿ˜€

        #ini bahas timah apa cintah?

  3. Miris melihat orang-orang yang hanya berpikir keuntungan sendiri, tanpa berpikir terhadap kelestarian dan keseimbangan alam. Dalam hal ini orang-orang pedalaman seperti suku Baduy atau Dayak lebih pintar dari orang-orang di luar pedalaman.

    Bagus bang Boesta liputannya. ๐Ÿ™‚

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog Pribadi saya, Silakan Tinggalkan Komentar anda.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s