Kumpulan Kucing Kampung


Kucing AnggoraKuciiiiiiiing…!!! Apa yang terlintas dipikiranmu saat melihat seekor Kucing? Gemas? Gregetan Pengen Meluk? pengen Ngelus, Atau malah histeris pengen lari, pengen manjat pohon setinggi-tingginya karena jijik ataupun geli, memang tidak semua orang menyukai kucing dan itu aneh menurutku sebagai orang yang menyukai kucing, πŸ˜€ Β suka atau tidak suka sama kucing memang tidak bisa dipaksakan seperti minum obat, yang meski pahit tetap harus diminum biar cepet sembuh. *Kok Bawa-bawa obat sih.*

semalam waktu iseng buka foto-foto di Hp ternyata masih ada beberapa penampakan kucing yang sebagian akupun tak tahu bagaimana nasibnya sekarang, Β  gak bosen-bosen nih posting tentang kucing, setelah beberapa hari yang lalu posting tentang Iput.

  • Namanya Kuning kucing jantan dengan ekor panjang, ini adalah kucing Ibuku yang didapat dari minta ketetangga beberapa tahun yang lalu, Β sekarang sudah terlihat tua dengan beberapa bekas luka ditubuhnya karena sering berkelahi dengan kucing lain tidak tahu dengan kucing siapa, dan mulai jarang pulang, karena dirumah Β sudah ada Juniornya Β sepertinya dia kurang menyukai ada kucing lain dirumah ibuku. πŸ˜€

Kucing Kampung Lucu

  • Iput Medan kuberi nama Iput Medan karena kucing ini Β punya ibu Β kostku waktu dimedan dan hampir semua kucing yang pertama kutemui kuberi nama Iput jadilah iput Medan. *Kaya Kurang Nama Aja* Iput medan ini kucing anti sosial, kucing yang selalu minta makan ketika melihat orang makan tapi tidak pernah mau dipegang, kata ibu kost lahirnya di atap rumah jadi dari bayi tidak disentuh manusia, melihat sikapnya yang anti sosial membuatku penasaran dengan segala cara untuk merayunya supaya mau dipegang, akhirnya mau juga dipegang setelah aku kurung di dalam kamar semalaman. πŸ˜€

Kucing Kampung

  • Namanya Iput, Aku temukan Dibangka Jadilah Iput bangka cerita mengenai Iput sudah aku Posting Sebelumnya disini. πŸ˜€

Cara Merawat Kucing

  • Si Malang, Sesuai Dengan namanya, Malang ditemukan ibuku didepan rumah karena ada yang membuangnya maka diberi nama Malang, dan ternyata nasibnyapun ternyata memang malang, Malang mati karena sakit tidak tahu karena makan apa. 😦

Kucing Lucu

  • Yang terakhir ini kucing Kompilasi, Kucing tetangga kost ada John Kei kucing Lucu tapi namanya menyeramkan. πŸ˜€ Unamed 2 Kucing Customer yang kutemui waktu dimedan. dan Unamed 1 Kucing tetanggaku yang sekarang, Kucing Mungil yang berisik sekali waktu minta makan.

Kucing Anggora

Itulah beberapa Foto kucing yang pernah singgah di Hpku, entah kenapa setiap melihat kucing rasanya menyenangkan apalagi kalau suka diajak bermain dan pintar rasanya tidak mau jauh-jauh sama Kucing-kucing ini.

Secara pribadi aku lebih suka Jenis Kucing Kampung daripada Kucing Persia ataupun anggora dan sejenisnya, kalau kucing kampung lupa memberi makan masih bisa nyari sendiri minta ke tetangga.. πŸ˜€ Mungkin teman-teman ada yang suka dengan kucing juga ?

Iklan

37 comments on “Kumpulan Kucing Kampung

  1. Saya anggap kucing2 dirumah saya..aruka, shania, gharfil atw dipanggil apil seperti anak sendiri…saya cinta mereka πŸ˜‰

    • Halo hai..sy mau hibah kucing domestik..ada banyak dirumah, jd ada yg campuran juga ibunya lokal bapaknya persia, masih berminat?

  2. Kucing kampung anda lucu sekali ^_^ kalo saya ngeliat kucing anda yang berwarna kuning. Saya jadi keinget kucing saya yang mati ketabrak πŸ˜₯ *hiks

  3. Kucing saya yang besar ada 10 ekor, yang 3 perempuan habis melahirkan jumlahnya 12, jadi jumlahnya 20, mau dibuang nggak tega habis lucu sih

  4. Ping-balik: Mempunyai Keluarga Baru | Catatan Kecil dari Jari Ini

  5. suka kucing kampung jg… sering jd bidan buat kucing2ku yg melahirkan.. hehehe.. kdg satu induk bs smpe 3x pny anak… jd byk deh, trus kompak pas udh gedenya. skrg di rumah ada 2.. sbnrnya adek kk.. tp kyknya jd pasangan tuh mereka.. aku ksh nama celsie dan koneng.. bln lalu celsi melahirkan lg buat yg ke 3 kalinya tp yg ini anak2nya bbrp hr mati krn kyknya prematur jd ga bs menyusui.. anak2nya yg dulu yg udh besar2 udh mulai ilang2 maen sekitar komplek..

    • saya juga ada kucing kampung, tgl 30 november 2016 kemaren melahirkan anaknya 4 ekor, tp baru berusia 2 minggu si induk nya hilang, kemungkinan di gigit anjing tetangga sebelah rumah, jd lah anak2nya tanpa induk, setiap hari saya memberinya minum susu, namun beberapa hari kemudian 3 ekor mati dan tinggallah 1 ekor yg sampai sekarang sudah berumur 2 bulan, saya beri nama kenzo,kucingnya lucu, menggemaskan dan lincah, yg membuat saya sayang si kenzo membuang kotorannya doi toilet, padahal g ada yg mengajarinya buang ke toilet, mungkin ngikuti sifat induknya yg sewaktu hidup buang kotoran di toilet, sampai sekarang dia sehat dan makin lincah aja

  6. Wah, akhirnya nemu sesama pencinta kucing kampung. Meski sekarang sy ga punya kucing lagi krn merantau untuk kerja, tapi masih suka kasih2 makan kucing jalanan ato sekedar mengelus dan menggendong krn gemes (kl di rumah sendiri sudah sy bawa pulang tiap kucing yg sy temui di jalan). Sejak kecil sy sdh mencintai kucing. Dan sudah tak terhitung lagi patah hati krn kucing kesayangan meninggal hiks…hiks. Hobi saya sejak kecil, skrg tidak bisa krn belum memungkinkan, adalah membawa pulang setiap kucing yg saya temui di manapun yg skiranya terlantar. Karena apa? Karena daripada saya ga bisa tidur kl memikirkan nasib kucing yg saya temukan di jalan. Seingat saya, paling banyak kucing yg saya pelihara adalah 10 ekor yg berisik skali kl waktu makan, tapi saya sukaaaa banget walopun berisik dan nakal. Sekarang saya cuma bisa mengelua, memegang atau menggendong kucing di jalan ato di kantor saya. Kalau pulang kantor sekalian gendong sebentar, kadang2 aja kasih maem ato bersihin mata dan mulutnya kl kotor banget, kasian….
    Oya, besok saya mau dpt kucing persia dr teman krn dia sdh terlalu banyak. Sebenarnya saya lbh memilih kucing kampung dr pd kucing2 hias, krn kucing kampung lebih melas, lebih bego hehehe, lebih bandel tp ga tega kl sdh ada kucing yg butuh adopsi begitu. Jadi saya titip kucing persia itu di tempat kakak dengan memberikan amanah kepadanya untuk merawatnya dg sepenuh hati. Sudah siap kandangnya, pasir buat pupnya, maemnya, vitaminnya bahkan hairdryer buat keringin si mpus habis dimandiin nanti. Hehe. Bahkan saya amanahkan kakak untukmembawanya ke petshop buat potong kuku 2 hari sekali karena petshopnya mau motongin kuku for free. Hehe. Doakan ya semoga kami bisa amanah merawat si mpus. Kalau bisa nanti mau nambah lagi, bahkan saya bercita-cita punya rumah penampungan kucing, terutama kucing terlantar.
    Oiya, maaf langsung nyelonong aja. Salam kenal ya Mas Boesta sebagai sesama pencinta kucing.

    • Sama-sama, wah Pecinta kucing banget nih kayanya dari ceritanya..:D terima kasih sudah berkunjung ke sini, salam kenal juga ya… πŸ™‚

      • Hehe sama seperti Mas Boesta, ga tega kalo ngebiarin kucing ga terawat. Sayang foto2 kucing2 kesayangan sy sdh ga tau rimbanya. Sdh lama banget. Yg ada foto2 kucing kantor atau kucing di jalan dan kucing persia yg mau datang besok hehe. Manja2 ya si Iput Medan, Bangka, apalgi John Kei mukanya luucu banget. Sama kaya kucing2ku dulu πŸ™‚
        Semoga suatu saat Mas Boesta bisa miara kucing2 lagi ya

        • Amiiiiin… Sebenarnya pengen punya kucing, tapi karena lebih banyak diluar daripada dirumah dan sendirian jadi pikir-pikir deh mau Miara kucing lagi.. πŸ˜€ ini “nanti” gak bikin Blog? kan lumayan buat berbagi cerita mengenai kucing dan jadi kenangan yang gak kehapus.. πŸ™‚

  7. suka banget mas boesta, tapi sudah gak miara lagi sekarang. dulu waktu kecil saja pernah miara.
    paling nyenengin kalo ngelus2 kucing tuh, kucing malah makin lengket dan nyodorin kepalanya setiap kali dielus.. πŸ™‚

    cuman yang menyedihkan kalo kucing itu hilang atau mati, sedihnya seperti kehilangan keluarga..hehehe
    menarik mas Boesta postingannya..

    • Bener Banget mas, Iputku cuma beberapa hari sama saya, setelah hilang sering denger-denger suar kucing kecil, padahal mungkin cuma sugesti aja. πŸ˜€

    • Repot Banget kaya ngurus Bocah, πŸ˜€ iya beberapa kali harus ngepel kamar sambil berdoa semoga cepet ngerti kalau pipis harus keluar mas… hehehe

  8. Aku paling suka kucing, pernah punya kucing kampung sampai 21 ekor! Sampai-sampai orang kalau buang anak kucing di tempat kami! Namanya senang ya gak masalah! Pernah gak ada kucing sama sekali, ibu sampai merayu beli kucing tetangga!

    • Hahaha, mantab sekali Pak sampai 21 kucing, harus ada biaya extra tuh kayanya kalau saya gak kuat kayanya. πŸ˜€ Terima kasih sudah berkunjung pak..

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog Pribadi saya, Silakan Tinggalkan Komentar anda.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s