Boesta’s Room
HARI INI KITA BERJUANG.. ESOK KITA JADI PEMENANG.!

FPI bikin ulah lagi…

Dengan memakai jubah putih seakan paling suci.. sorban terikat dikepala seakan paling beriman di dunia… sambil berteriak menyebut asma Allah..

 wah seakan mereka sedang perang sahid melawan orang kafir apa mereka tidak sadar kalau mereka menganiaya saudara mereka sendiri? Saudara sebangsa dan setanah air?

Saya lebih suka menyebutnya preman bersorban …

Miris itu yang ada dalam pikiran saya waktu melihat berita semalam…

Saat FPI yang mengatas namakan agama dengan sadis menganiaya di monas Jakarta..

Apa semua masalah menurut FPI harus di selesaikan dengan kekerasan?

Kalau mereka mengatas namakan islam… islam apa yang mereka anut? Apa islam mengajarkan kekerasan?

Kita tinggal di Negara hokum tapi mereka bertindak seakan hukum di tangan mereka..

Seakan hukum sudah tidak mempan menyentuh mereka..

Dan ini bukan yang pertama kali FPI melakukan perbuatan anarki saat bulan puasa kemarin saya juga sempat menyaksikan di berita or-mas ini menghancurkan lapak-lapak penjual makanan? Dengan dalih para pedagang tersebut tidak menghargai orang yang sedang berpuasa.. saya pikir para pedagang makanan tersebut tidaklah bersalah dengan berdagang di siang hari.. itu tidak melanggar hukum.. kalau memang orang yang berpuasa membatalkan puasa hanya karna melihat orang berjualan nasi.. berarti orang tersebut belum kuat  imannya.. karna kalau imannya kuat tidak mungkin tergoda melihat orang yang berjualan makanan di siang hari..

Minta di hargai tapi tidak menghargai orang.. apa itu pantas? Kalu merasa tergoda ya Zikir aja dong.. bukannya menghancurkan lapaknya orang.. semua orang butuh uang.. buat makan… kalau FPI mau nanggung makan mereka iya.. tidak masalah. itu hanya ulasan kalau FPI memang bukan hanya sekali melakukan tindakan anarki….

Waktu FPI berdalih pemerintah kurang tegas dalam memberi tindakan pada Ahmadiyah, tapi menurut saya justru pmerintah yang kurang tegas dalam membubarkan FPI karna FPI tidak berbeda dengan sekumpulan preman yang selalu bikin resah masyarakat dengan dalih-dalihnya yang selalu melakukan tindakan Anarki..

Saya sebagai orang islam merasa prihatin melihat OR-MAS  yang satu ini..

 

 

 

3 Responses to “FPI bikin ulah lagi…”

  1. Dewan Da’wah Peringatkan Rekayasa Opini Kasus Monas

    Kasus bentrok kelompok AKK-BB dan anggota FPI membuat Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia memberikan pernyataan. Organisasi Islam yang cukup tua di Indonesia ini memperingatkan kepada umat Islam untuk berhati-hati. Sebab, menurutnya, arah opini sudah mulai dibelokkan.

    Menanggapi aksi bentrokan, Dewan Da’wah sebagai lembaga da’wah, tidak menyetujui segala bentuk provokasi yang dapat menimbulkan aksi-aksi kekerasan yang dapat melahirkan korban.

    Di sisi lain, setelah selama dua hari mencermati perkembangan “Peristiwa Monas”, 1 Juni 2008, maka Dewan Da’wah melihat mendapatkan kesan.

    Pertama, telah terjadi upaya manipulasi pembentukan opini publik yang sangat sistematis yang dilakukan oleh Kelompok Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dalam beberapa hal.

    Kedua, AKK-BB selanjutnya membuat opini bahwa aksi mereka adalah aksi damai dan tidak ada kaitannya dengan Ahmadiyah.

    “Pernyataan AKKBB tersebut adalah sesuatu yang tidak benar, karena pada tanggal 26 Mei 2008, AKKBB telah membuat iklan besar-besaran di berbagai media massa nasional, yang secara tegas menyebutkan bahwa aksi tanggal 1 Juni 2008 memang dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap Ahmadiyah, “ ujar Dewan Da’wah dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi http://www.hidayatullah.com.

    “Selama ini, AKK-BB adalah kelompok yang sangat aktif dalam mendukung kelompok Ahmadiyah dan berbagai aliran sesat dalam Islam, dengan mengatasnamakan “Kebebasan Beragama”. Mereka telah memanipulasi slogan tersebut untuk tindakan-tindakan yang jelas-jelas merusak Islam,” tulisnya.

    Dewan Da’wah juga mencermati, sejumlah media elektronik berulangkali menayangkan gambar penyerangan terhadap massa AKK-BB tanpa menampilkan awal mula peristiwa tersebut terjadi, sehingga memberikan kesan bahwa kasus Monas terjadi karena penyerangan murni, tanpa ada sebab-sebabnya. Dari tayangan video yang diperlihatkan oleh FPI tampak jelas bahwa massa Laskar Islam memang telah diprovokasi sebelumnya oleh AKK-BB.

    Untuk itu, Dewan Da’wah menghimbau kepada para tokoh dan pemimpin masyarakat, khususnya para pemimpin ummat Islam, agar tidak mudah terpancing oleh pemberitaan-pemberitaan yang jelas-jelas bertendensi untuk mengadu domba antar masyarakat dan menanamkan kebencian yang membabi buta terhadap kelompok tertentu, tanpa mendalami akar permasalahannya lebih jauh.

    “Tidaklah etis dan bijak melihat satu masalah besar, hanya berdasarkan tayangan film berdurasi satu menit atau dua menit. Penyesatan opini adalah sebuah bentuk kezaliman yang pasti akan ada balasannya di dunia dan akhirat,” tulisnya.

    Dewan Da’wah juga menghimbau kepada para pejabat dan khususnya aparat kepolisian RI agar tetap bersikap profesional, adil dan tidak terprovokasi oleh opini para pendukung Ahmadiyah yang mencoba mengalihkan persoalan pokok tentang keberadaan aliran sesat Ahmadiyah, kepada masalah FPI semata-mata.
    Dewan Dakwah juga meminta ummat Islam untuk berlaku adil dan menegakkan keadilan.
    “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemampuan kepada kita semua untuk melihat mana yang haq dan mana yang bathil, meskipun yang bathil sering ditampilkan sebagai hal yang menawan dan mempesona,” tulis pernyataan yang ditandatangani Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Syuhada Bahri. [nuim/cha/www.hidayatullah.com]

  2. semoga pemerintah bisa menindak dan memberi ganjaran atas semua kekerasan yg dilakukan oleh FPI

  3. Kalau kita mau berpikir lebih politis lagi, FPI merupakan “unregistred underbouw” dari partai PKS, terbukti dari pernyataan Riziq bahwa PKS akan menjadi tempat limpahan suara mereka.
    Dan PKS sendiri yang mengetahui hal ini tentunya mengambil advantage dari pernyataan tersebut, tapi tidak berupaya untuk menyetir polah “underbouw” mereka ini. Wallahualam…


Leave a Reply