“AMIN”UDIN
Aminudin
berlarian di ramainya terminal
bermain seakan tak ada beban
Aminudin
anak jalanan yang dibesarkan
dalam kerasnya kehidupan
Aminudin
terlihat meringis karna lapar
menahan tangis dalam pengharapan
sesuap nasi kan segera datang
Aminudin
masih meringis..
sambil menangis…
tanpa harapan…
karna nasi takkan datang
telah menguap di panasnya siang
Aminudin
kini tak terlihat lagi di terminal
Aminudin
kini takkan merasa lapar
karna tlah pergi dan abadi
diberita koran pagi ini
dan takkan pernah kembali
“Amin”..udin…
Loading...